Ketika cinta datang mengetuk
Pelan
Agak terlambat
Tergesa aku membuka pintu untuknya
Bahkan nyaris tanpa mengintip siapa itu
Terlalu tergesa kah?
Terburu-buru kah?
Takutkah aku dia kan pergi lagi?
Excitedly I embrace its arrival
Too happily
Too optimistically?
Bahwa kan bahagia ku bersamanya
Bahwa kan terjawab semua mimpi-mimpi dan doa-doa
Bahwa akhirnya kan berakhir sendiriku
Selamanya?
‘Badai-badai’ kecil pun datang
Bahkan di tengah bulan-bulan yang seharusnya penuh madu
Tapi tak kuacuhkan
Tak kuanggap berarti
Karena takutkah ku dia akan pergi?
Berlalu dari genggaman terlalu cepat?
Dan tak akan datang lagi?
Setahun terlalu cepat datang dan pergi
Bahagia? Ya
Cinta? Mungkin
Takut kehilangan? Sangat
Aku tahu konsekuensi dari komitmen
Stick with it in good and bad
Happy or sad
Easier said than done!
Kadang ku ingin berlalu saja
Tak ingin lagi berada dalam hubungan ini
Kadang ku ingin meneriakkan
‘Aku juga lemah!’
‘Aku juga butuh dukungan!’
Am I selfish?
Maybe
Most probably
For being the weak one?
For not being able to provide the support he wanted?
For being the crying one?
For being too idealistic?
That relationship means spending time together
Most of the time
Especially after a hard day’s work
And a tired week’s busy times?
Kapan waktu untuk bertahan
Kapan waktu untuk berlalu
Kapan waktu untuk berjuang
Kapan waktu untuk melepaskan
Kapan?
I know I will break if this ends
Maybe my heart will never recover
But is it not better
Than to drag another heart to its doom?
Belum pernah kuhadapi dilema seperti ini
Berat
Sedih
Perih
Bingung
Takut
Cemas
Tak tahu harus bagaimana
Harus apa?
Posted at 11:49 pm by choco_green
Permalink